Geram! Insani Turut Serta Dalam Aksi Peduli Semarang For Gaza

IMG-20140711-WA0079

SEMARANG – Berita tentang Palestina telah menyita perhatian berbagai kalangan di berbagai belahan Indonesia. Kemarin (11/7) aksi serentak diadakan di sebagian besar wilayah di Indonesia, tak terkecuali di Semarang.

Aksi peduli Palestina di Semarang diikuti sekitar 200 orang dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari mahasiswa, lembaga zakat, dan masyarakat umum. Lembaga Dakwah Insani Undip juga ikut serta dalam aksi yang digelar Jum’at (11/7). Acara ini dipusatkan di depan patung Diponegoro Undip Peleburan, Semarang. Sekitar pukul 13.30 massa yang menggunakan dresscode putih dan jas almamater untuk mahasiswa mulai berkumpul di depan Masjid Baiturrahman Semarang untuk memulai longmarch.

Sebelum longmarch, massa yang juga selain terdiri dari orang dewasa juga anak kecil ini mendengarkan orasi dari beberapa perwakilan elemen massa. Diantaranya dari forum zakat Jawa Tengah dan dari perwakilan BEM KM Undip. Saat itu yang mewakili BEM KM Undip adalah menko eksternal Sospol Irfan, dia menilai bahwa yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina adalah sebuah pelanggaran HAM.  Setelah para orator selesai menyampaikan berbagai hal tentang keadaan di Palestina, serta sikap kita yang seharusnya kepada rakyat Palestina, dengan basmalah masa aksi peduli Palestina diberangkatkan. Sebelum diberangkatkan diperdengarkan ayat suci Alqur’an yang dibacakan oleh salah satu peserta aksi.

Longmarch di mulai dari Masjid Baiturrahman Simpanglima menuju depan patung Diponegoro Undip Peleburan. Masa berjalan sambil mengedarkan kotak amal untuk memberikan kesempatan bagi pengguna jalan untuk memberikan sumbangan kepada rakyat Palestina. Tak cukup dengan mengedarkan kotak sumbangan, masa yang lain dengan membawa property #savePalestina meneriakkan Palestina, “Bebaskan, Bebaskan”. Israel, “Go to Hell”.

Sesampainya di depan Patung Diponegoro Undip Peleburan yang dijadikan sebagai pusat aksi, diperdengarkan kembali orasi dari perwakilan BEM UNNES. Dalam orasinya, perwakilan BEM UNNES ini, menuntut PBB untuk segera bertindak dan menuntut kekejaman Israel.  Bukan hanya orasi dan longmarch saja, aksi kali ini juga di ramaikan dengan masa yang menyayikan lagu “Jiwa-jiwa Haroki” dan “Merah Saga”.

Tak cukup dengan orasi, longmarch dan menyanyikan lagu saja, ada perwakilan dari masa yang membacakan puisi yang berjudul “Berita Palestina di Tengah Bising Negeri Kita”.  Puisi ini bercerita tentang peran umat muslim Indonesia untuk Palestina, dalam penggalan baitnya, “Apa yang sudah kau lakukan?”….

Pembacaan puisi bukanlah menutup aksi siang ini, namun masih ad orasi dari beberapa elemen yaitu orgnisasi Pemuda Gema Keadilan, JPRMI, KNRP dan perwakilan dari Pelajar Islam. Dalam orasinya, semua mengecam aksi yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina. Salah satu dari orator yaitu dari Gema keadilan juga mengungkapkan urgensifitas dari aksi siang ini. Ariyono yang kali ini menjadi wakil Gema Keadilan menyebutkan bahwa kita membela Palestina karena hal ini adalah sebuah kejahatan kemanusiaan yang terorganisir . Selain itu hal ini adalah sebuah hutang sejarah Indonesia terhadap Palestina, karena satu-satunya Negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia tahun 1944 adalah Palestina.

Orasi-orasi dari berbagai perwakilan elemen masyarakat ini ditutup dengan teatrikal dari KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yang juga menutup serangkaian aksi siang ini. Tepat pukul 15.00 massa dibubarkan dengan kalimat hamdalah dan doa penutup majelis serta doa special untuk rakyat Palestina. (DF)

Bagikan Artikel Ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *