DARE TO BE INSPIRING MUSLIM

logo fixinspirasiku

Berani menjadi muslim yang menginspirasi (dare to be inspiring muslim) merupakan tema yang diusung Badan Pengelola Mentoring Universitas Diponegoro untuk kegiatan Seleksi Akbar Pementor yang akan dibuka pada hari Sabtu, tanggal 2 Mei 2015. Seleksi Akbar Pementor atau yang biasa disingkat SAP adalah gerbang untuk berbuat lebih banyak hal dengan menginspirasi orang lain lewat kelompok mentoring.

Dakwah merupakan sebuah mega proyek yang memiliki cita-cita mulia. Setiap elemennya dituntut untuk memberikan kontribusinya untuk dakwah. Sebesar apapun yang Anda sumbangkan untuk dakwah Islam maka itu kecil nilainya bagi dakwah yang sangat luas ini. Akan tetapi, sekecil apa pun yang Anda sumbangkan bagi dakwah maka sangat besar nilainya bagi Anda sendiri. Dengan kata lain bukanlah dakwah yang membutuhkan kita, melainkan kita yang membutuhkan dakwah.

Menjadi pementor merupakan salah satu kontribusi kita bagi dakwah ini. Proses tarbiyah yang kita jalani selama ini bukan hanya menjadikan kita profesional di bidang kita masing-masing melainkan memberi kepahaman kepada kita betapa pentingnya memberikan pewarisan nilai. Pementor memiliki peran penting dalam proses regenerasi kader-kader dakwah. Tidak cukup pementor memiliki tujuan menjadikan mentee-menteenya menjadi orang baik melainkan juga harus menyiapkan mereka sebagai pengganti pementor dalam jalan dakwah.

Harapannya status pementor tidak menjadi beban bagi kita dan takut dalam mengembannnya. Karena begitu banyak kebaikan-kebaikan yang akan kita dapatkan ketika menjadi pementor. Tidak hanya kebaikan untuk diri sendiri melainkan juga kebaikan untuk orang lain.

 

Tugas Pementor

tugs pmentor

Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata (A-Jumuah : 2)

    1. Membacakan Ayat-ayat Al-Qur’an

Tugas pementor yang pertama adalah menginteraksikan pementor dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Mengajak mentee untuk dekat dengan Al-Qur’an hingga Al-Qur’an itu tercermin dalam kehidupan keseharian.

Penginteraksian terhadap Al-Qur’an secara umum dibagi menjadi tiga yaitu :

i.      Memastikan apakah mentee sudah dapat membaca Al-Qur’an

ii.      Membiasakan mereka untuk menghafal Al-Qur’an

iii.      Mengimplementasikan Al-Qur’an dalam amaliyah

2. Wayuzakkihim; Menyucikan Mereka

Di dalam setiap diri manusia telah Allah fitrahkan dua kecenderungan yaitu fujur dan takwa. Dimana fujur merupakan kecenderungan untuk menyimpang, menyalahi aturan rabbani, berbuat maksiat dan berbuat dosa. Sedangkan takwa adalah sifat jiwa untuk takut dan taat kepada Allah.

Allah memerintahkan manusia melakukan tazkiyatun nafs agar menguatkan kecenderungan takwanya. Tugas pementor adalah mengawal proses ini dengan pengawalan mutabaah atau monitoring terhadap ama ibadah yaumiyah. Amal ibadah yaumiyah merupakan salah satu cara penjagaan dan penumbuhan sifat takwa.

3. Mengajarkan Isi Al-Qur’an dan Hikmah

Tugas pementor yang terakhir adalah menjadikan Islam sebagai way of life. Proses ini dilakukan dengan mempertajam pemahaman mereka tentang Islam yang bertujuan membentuk syakhshiyah islamiyah. Pribadi-pribadi muslim yang mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupannya.

Semoga kita diberikan keberkahan waktu sehingga banyak manfaat yang dapat kita lakukan. Amin. (DZ)

 

Bagikan Artikel Ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *