Category Archives: Ramadhan

Ust. Yahya : “HP dan Televisi Jangan Sampai Menggeser Posisi Al-Qur’an”

Bulan Ramadhan 1435 H yang bertepatan dengan Piala Dunia dan Pilpres diakui atau tidak membuat banyak kalangan yang terpengaruh dengan kedua moment ‘besar’ tersebut.

Sambut Ramadhan 1435 H, Insani-Maskam Akan Gelar Karnaval

Akhir pekan ini, tepatnya pada Ahad, 15 Juni 2014 nanti Insani bekerja sama dengan Masjid Kampus Undip akan menggelar tarhib karnaval dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1435 H yang tinggal hitungan hari lagi. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tarhib ini nantinya akan melibatkan seluruh lembaga rohis di Undip dan juga TPQ-TPQ di wilayah Tembalang, Semarang.

“PEMBANTAIAN UMAT ROHINGYA DI MYANMAR, MELIRIK KEMBALI” Bersama Ust. Ahmad Nasir (Chit Qo Qo)

DSC_0081_resizeInnamal mukminuuna ikhwah, “sesungguhnya setiap mukmin adalah bersaudara “. Dan Allah tidak akan memberikan pertolongan kepada mereka yang enggan dan tidak memiliki kepeduliaan untuk saudaranya. Setiap muslim dari seluruh dunia tentu harus peduli. Antara muslim yang satu dengan yang lainnya bersaudara. Mereka diikat dengan tali aqidah. Maka jika ada saudara seiman yang merasakan penderitaan, yang lain tentunya juga ikut merasakan penderitaan. Panitia Ramadhan dan Insani UNDIP, sebagai bagian dari kaum muslimin dari seluruh dunia tentu juga merasakan penderitaan yang dialami muslim Rohingya. Dalam rangka mempersatukan serta berupaya menyentuh hati umat muslim, INSANI UNDIP dan Panitia Ramadhan menyelenggarakan sebuah kajian diskusi membahas kondisi penderitaan Etnis Rohingya pada hari  Sabtu, 27 Juli 2013 di Masjid Kampus UNDIP. Selain menyampaikan kondisi saudara kita di Myanmar, kegiatan ini bertujuan juga dalam rangka penggalangan dana sebagai dukungan material warga Indonesia yang nantinya akan langsung tersalurkan pada warga Rohingya melalui ACT (Aksi Cepat Tanggap). ACT merupakan Lembaga kemanusiaan di Indonesia, yang menyerukan dunia internasional dan dunia Islam untuk lebih memberikan perhatian dan bantuan kepada Muslim Rohingnya yang mengalami penindasan militer dari negaranya. Sejak tahun 2009 ACT telah berhasil membantu serta berusaha meringankan beban hidup mereka dengan menyalurkan berbagai bantuan, seperti bantuan pangan, bantuan sandang, layanan medis, serta trauma healing. Akhir bulan Juli 2013 ACT telah mendirikan bangunan sejumlah 300 rumah layak huni bangun, dan memberikan bantuan berupa sandang pangan dan layanan medis kepada  10.000 warga Rohingya.

Pada kegiatan ini dengan sengaja INSANI beserta Pantia Ramadhan Masjid  Kampus UNDIP menghadirkan secara langsung Aktifis Kemanusiaan Rohingya  yaitu Chik Qo Qo atau yang akrab dikenal dengan Muhammad Nasir sebagai pembicara untuk mengupas kondisi saudara kita di Myanmar. Acara ini dihadiri oleh seluruh jamaah sholat Isya dan tarawih baik remaja, dewasa maupun orang tua. Oleh karena itu, untuk mempermudah komunikasi, Kegaiatan ini dimoderatori oleh Mas Rifka, mahasiswa FIB Undip jurusan sastra Inggris sebagai translator, agar semua kalangan mampu mengerti dan memahami apa yang disampaikan oleh pembicara. Kajian dimulai selepas sholat witir yakni pada pukul 20.15 hingga pukul 22.00 WIB.

Sebelum pembicara menyampaikan materi, ditayangkan pula cuplikan Berita oleh Metro TV yang menceritakan kondisi pengungsian etnis Rohingya yang kian memprihatinkan. Rohingya adalah sebuah suku minoritas di daerah Rakhine, di negara Myanmar atau Birma. Di Rakhine, dan di seluruh daerah Birma, mayoritas penduduknya adalah penganut agama Budha. Sementara, Rohingya adalah suku yang menganut Islam sebagai agama mereka. Diperkirakan ada 800.000 orang Rohingya yang tinggal di daerah Rakhine. Puncak konflik terjadi pada bulan Juni 2012. Pada siaran tersebut diberitakan bahwa warga Rohingya tinggal dalam wilayah yang terisolir (atau mungkin sengaja diisolasi dari dunia luar), mereka tidak mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara yang sah. Sebanyak 100 jiwa meninggal dunia dalam penganiayaan dan 500 jiwa mengalami cedera. Pada Master Plan 1992 kaum Budha menginginkan mengurangi jumlah populasi umat Muslim dengan mengurangi pula tingkat kesejahteraan mereka yakni dengan perampasan tanah beserta perkebunan. Dengan harapan mampu menggantikan posisi Arakan Islam dengan Budha.

Pada awal pembukaan diskusi oleh Mohammad Nasir beliau menegaskan bahwasanya “Kita ini saudara, walau dengan suku yang berbeda, Negara yang berbeda, namun kita adalah adalah saudara seiman”. Pada acara tersebut beliau memaparkan kondisi Rohingya yang meliputi sikap polisi yang tidak melakukan tindakan apapun melihat etnis Rohingya ditindas.  Etnis Budha sudah berulang kali membakar pemukiman warga, masjid-masjid serta melakukan pembunuhan serta membakar rumah muslim dimana rumah tersebut merupakan tempat bisnis sebagai awal mula pusat ekonomi kaum muslim di Myanmar. Secara otomatis, pusat perekonomian mati total. Berdasarkan analisis beliau, terdapat indikasi adanya pihak provokator di belakang kaum Budha dalam penyerangan umat muslim di Myanmar. Beliau menegaskan Konflik di Myanmar bukan hanya konflik suku yakni dengan analisis “Mengapa pada saat terjadinya konflik pemerintah hanya terdiam melihat kondisi tersebut?”.

Di tengah diskusi panjang, Mohammad Nasir menyebarkan beberapa surat yang ditulis oleh warga Rohingya. Surat tersebut menceritakan terntang penderitaan mereka dan permohonan tolong untuk tetap terus mendukung mereka dari segi materi, maupun dukungan tekanan pada pemerintah agar penderitaan segera berakhir dan permohonan doa untuk keselamatan meraka.  Di sela-sela diskusi, Beliau pun mengutarakan rasa terima kasihnya kepada Indonesia  yang telah memberikan banyak donator .  Melalui ACT ini, dana bantuan akan lebih cpeat tersalurkan. Namun disisi lain Mohammad Nasir merasakan keheranan dengan warga Indonesia yang gemar merokok. Menurut beliau, merokok adalah mendonasikan harta ke tempat yang tidak benar. Bahkan Islam sendiri pun tidak membenarkan istilah merokok. “NO SMOKING” begitu tutur beliau dengan bahasa Inggris nya.

Di akhir diskusi, salah seorang dari jamaah yang bernama Wahyu Ari dari FKM UNDIP menanyakan, “Kenapa orang Rohingya tidak perang saja?. Melihat kondisi penindasan seperti ini”. Mohammad Nasir menjawab dengan 3 alasan. Yang pertama yaitu warga Rohinya belum memiliki wawasan Al Quran yang luas. Alasan yang kedua yaitu mereka memang kurang bisa bersikap tegas mengambil keputusan, dan yang terakhir adalah memang pemerintahan disana ketat. Di ujung diskusi beliau memberikan kesimpulan bahwa “Apa yang akan kita lakukan dan apa yang kita perbuat, yakni dengan menekan Pemerintah agar penderitaan kam Rohingya segera berakhir, dan berikan dukungan sebaik-baiknya untuk saudara kita tersebut.  Karena sesungguhnya Innamal mukminuuna ikhwah, “sesungguhnya setiap mukmin adalah bersaudara “.

Oleh : Arifah Az Zahra ( BPMAIU INSANI )

INSANI Peduli Mujahid Korban Kedzoliman Militer Mesir

Save_Egypt

Kami keluarga besar Insani Undip mengutuk perbuatan militer Mesir yang mengkudeta pemerintahan Mesir yang sah. Beliau (Mohammad Morsi) adalah presiden pertama Mesir yang dipilih secara demokratis oleh rakyatnya, artinya beliau adalah presiden yang diinginkan rakyat Mesir. Namun ironis, militer Mesir yang tidak sepihak dengan pemerintah justru malah mengambil jalan kudeta untuk menumbangkan pemerintahan Morsi. Ini adalah jalan jahiliyah yang hadir di tengah peradaban maju, dimana kekuatan senjata mengalahkan logika.

Sikap tidak jantan militer Mesir semakin nyata dengan membunuh rakyatnya sendiri. Mereka yang terbunuh adalah demonstran pendukung pemerintahan Morsi. Tindakan ini tak memiliki naluri kemanusiaan, militer menembaki demonstran di bagian kepala hingga ratusan orang tewas dan ribuan orang luka-luka. Hingga kini korban terus bertambah.

Dunia internasional seolah menutup mata, media-media yang biasanya gencar menyuarakan permasalahan timur tengah kini menghilang, seperti sedang liburan akhir sekolah. Mungkin karena kali ini yang didzolimi adalah kaum muslim sehingga tak ada agenda untuk menyiarkan berita ini. Para wartawan bungkam, hingga mahasiswa dan kaum muslimin yang memiliki hati nurani beralih profesi menjadi wartawan untuk menyebarkan informasi tentang Mesir di media-media.

Atas nama kemanusiaan dan persaudaraan umat Islam, kami ( INSANI UNDIP ) mengajak kaum Muslimin di Indonesia untuk peduli terhadap krisis di Mesir dengan memberikan doa bagi saudara-saudara kita di Mesir, mengecam tindakan dzolim yang dilakukan oleh militer Mesir, dan turut menyebarkan berita-berita tentang krisis di Mesir serta ramaikan media-media sosial dengan hastag #SaveEgypt. Semoga Allah membalas kepedulian kita dan menolong saudara-saudara kita di Mesir.

“SIRAMAN MANIS” oleh Syeikh Muzhafar Salman Alnawati dari Gaza, Palestina

Ramadhan semakin manis dengan adanya acara “Siraman Manis” atau Silaturrahim imam-imam dari Syuriah dan (Gaza) Palestina. Acara tersebut berlangsung pada hari Selasa malam, 23 Juli 2013 di Masjid Kampus UNDIP Tembalang Semarang. Pada Tahun ini sahabat Al-Aqsa bekerjasama dengan Masjid-Masjid dan Lembaga Dakwah di Indonesia menghadirkan 14 imam Gaza dan Syuriah, yang akan melakukan silaturrahim ke kota-kota Indonesia. Syeikh Muzhafar Salman Alnawati merupakan salah satu imam-imam yang sedang melakukan silaturrahim ke Indonesia itu disambut hangat oleh para pengunjung maskam yang terdiri dari Mahasiswa/i UNDIP dan peserta umum lainnya. Terbukti adanya peningkatan yang biasanya tidak kurang dari 100 jama’ah, kini bertambah lebih banyak dari hari-hari biasanya. Dengan diimami Syeikh Mudzhafar Salman Alnawati, sholat semakin terasa lebih semakin khusyuk.  Rampung sholat Isya berjama’ah kemudian dilanjut sholat Tarawih 8 raka’at, lalu sholat witir 3 raka’at. Dalam sholatnya, Syeikh membacakan ayat-ayat Al Qur’an 1 juz yakni dari juz 29. Sebuah rekor yang sangat menarik karena baru kali ini selama Ramadhan 1434 H ada Imam yang membaca sampai sebegitu panjang dan lamanya tetapi justru para jama’ah sangat menikmati setiap gerak sholatnya.

Usai sholat, Syeikh Mudzhafar Salman Alnawati pun mengisi kultum pada malam ini setelah beberapa sambutan dari ketua INSANI yaitu Akhina Lukas Santoro. Isi Kultum tersebut menceritakan tentang pentingnya ilmu bagi para pemuda serta tentang keadaan Masjidil Aqsa sekarang. Pemuda itu harus berilmu supaya bisa menjadi pemimpin kata Syeikh Mudzhafar. “Karena sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat bagi orang-orang yang menuntut ilmu” lanjut Syeikh. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur’an surat Al-Mujaadilah ayat 11 : “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu penetahuan beberapa derajat”. Orang yang berilmu itu tidaklah sama dengan orang yang berilmu. Surah Az-Zumar: 9 dan Al-Hasyr: 20 menjelaskan bahwa “Allah membandingkan antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui dan ahli surga dengan ahli neraka dengan redaksi yang mirip. Hal ini menunjukkan bahwa beda derajat orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu adalah sama dengan beda derajat ahli surga dengan ahli neraka”. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus/ calon pemimpin sudah menjadi keharusan untuk berilmu/ memiliki ilmu. Negara Palestina saja bisa melahirkan 2000 hufadz muda. Tak heran di usia muda, para hufaz muda ini sudah mampu berjihad. Jiwa para hufaz tak pernah takut meskipun dihadpkan dengan yahudi/ Israel yang terkenal dengan senjata dan hasil teknologinya yang canggih. Bahkan mereka menciptakan isu-isu tentang kehebatan senjatannya dan pasukan militernya.

Terdapat tiga masjid yang dimuliakan oleh Allah SAW. Ketiga masjid itu adalah masjid Haram, Nabawi dan Aqsa. Keadaan Masjidil aqsa sekarang sangat memprihatinkan. Hal ini dikarenakan letaknya yang berada di Palestina. Padahal Negara tersebut sekarang sedang bersengketa dengan Negara adidaya Israel. Hampir stengah abad dijajah sampai sekarang. Dua kali masjidil Aqsa dibebaskan, keduanya didahului bebasnya Mesir-Palestina dan Syuriah. Tetapi sekarang, Palestina dijajah tapi hanya satu kota yang merdeka yaitu Gaza. Jadi masyarakat Islam dibawah naungan Yahudi tidak diperbolehkan sholat di Masjidil Aqsa. Adapun orang-orang yang diperbolehkan sholat di Masjid tersebut merupakan golongan orang berusia 40 tahun keatas. Tidak cukup itu saja, tindakan Israel semakin menjadi-jadi. Kapal bantuan untuk rakyat gaza yang masuk ke pantai dengan radius 3 km pun akan ditebak. Kalau dulu Mesir sebagai Negara tetangga masih bisa membantu, tapi sekarang mungkin tidak bisa lagi karena di Negara tersebut pun sedang menghadapi suatu problem dimana lawan politik melakukan kudeta terhadap presiden Negara tersebut (Mesir). Hal yang bisa dilakukan kita sebagai umat muslim adalah berjihad membantu rakyat Gaza (Palestina)/ saudara kita yang sedang dijajah yakni dengan cara berjihad ikut memperjuangkan kemerdekaan Palestina jika tidak mampu cukuplah dengan senantiasa mendo’akan supaya terbebas dari orang-orang Yahudi.

Penting  kedudukan Al Aqsha bagi umat muslim. Suatu keadaan umat muslim akan dikalahkan non muslim padahal jumlah umat muslim saat itu sangatlah banyak tapi seperti buih di lautan, dan tertipu dengan kenikmatan dunia. Sangat salah jika masjidil Aqsha tida akan ditanyakan Allah pada kita saat di akhirat nanti, dimana kepedulian umat muslim?

Umat muslim yang jauh dari masjidil Aqsha tetap wajib membantu pembebasan masjidil Aqsha, minimal dengan doa. Bantuan Allah sampai saat ini selalu dirasakan oleh para rakyat Palestine. Ditampakkan kecurangan dan kelemahan kaum yahudi.

Media mengatakan senjata Israel sangat canggih. Itu salah besar! Penduduk Gaza merupakan penduduk terbanyak penghafal Al Quran di dunia. Sehingga penduduk Gaza sangat paham isi Al Quran dan tau sifat yahudi yang sudah dijelaskan Allah di Al Quran. Dan Allah tak akan salah dalam memberikan kalam. Sehingga kita tidak peduli apa kata media. Dan sampai sekarang pun Yahudi tidak berani perang terang-terangan dan perang jarak jauh. Tentara mujahid sendiri cepat belajar dari kesalahan-kesalahn perang sebelumnya. Dan sekarang hasilnya, kita sudah memiliki rudal dengan jangkauan 8 km. 8 bulan yang lalu perang terakhir kali, perang hijaratussijjil, tentara mujahid dengan kecanggihan senjata yang dimilki, berhasil memukul mundur tentara yahudi.

Kita menamakan perang itu hijaratussijjil, batu hitam dari dasar neraka. Agar kita bisa mengalahkan pasukan musuh Allah seperti kisah perang gajah, burung ababil melempari pasukan abrahah saat menyerang ka’bah dengan batu yang Allah sediakan dari dasar neraka.

Israel pun kemudian “menyerah” dan dengan liciknya meminta mesir untuk menjadi penengah dalam gencatan senjata ini. Terlihat sekali mereka yang ahli dunia dan takut mati, tak akan bertahan lama berjuang melawan tentara Allah yang sangat mencintai syahid dan tak takut mati karena berjihad.

Selesai tausyiah, beberapa jama’ah pun terdorong untuk bertanya. Pertanyaan pertama disampaikan oleh Akhina Taufik yang menanyakan mengenai Negara mana saja yang telah mendukung Gaza. Dijawab oleh Syeikh Mudzhafar bahwa Qatar mendukung Gaza secara resmi, bahkan dengan obat-obatan. Kemudian Malaysia dan Indonesia dengan mendirikan 7-8 yayasan yang aktif sampai sekarang. Inggris juga membantu dengan membangun yayasan Islam yang bergabung dengan milyader Gaza (tidak semua warga Gaza itu miskin), membangun rumah sakit, Universitas, dll. Tidak secara langsung uang bantuan disalurkan ke warga Gaza, lebih cenderung di kelola terlbih dahulu.

Pertanyaan kedua disampaikan oleh Akhina Ari Adi Sasmita yang menanyakan mengenai pandangan Syeikh terhadap Suriah. Syeikh Mudzafar menuturkan bahwa Suriah adalah orang Islam, pastinya wajib d tolong. Beliau berharap ada yayasan resmi yg membela Suriah walaupun Gaza dalam keadaan perang. Tidak ada seorang pun yang beragama syiah di Gaza, kalopun ada pasti akan langsung di bunuh. Kita dan syiah sangatlah jauh berbeda, bukan syiah tetapi lebih sering disebut rafidah (penolak), sambung beliau.

Sekitar pukul 22.00 WIB, acara pun selesai. Beberapa mahasiswa tak ingin melewatkan momen penting. Mereka berfoto bersama Syeikh Mudzhafar Salman Alnawati. Semoga dengan adanya Siraman Manis ini bisa membuka mata kita terhadap kondisi saudara kita di Gaza, mendoakan senantiasa mendo’akan mereka. Jika perlu dengan berjihad !! ikut membela kemerdekaan rakyat Gaza. Allahu Akbar !!!.

Oleh : Masjid Kampus Undip, Setyo Astuti (INSANI), dan Rosi Fariska (INSANI)

Save-Gaza (1) Save-Gaza (2) Save-Gaza (3) Save-Gaza (4)