Category Archives: Motivasi

Terjebak dalam Kebaikan

Gambar hanya Ilustrasi

Gambar hanya Ilustrasi

Masih sangat teringat, ketika saya mengenakan seragam putih hitam dengan pita warna kuning berjalan menelusuri kelas-kelas di FEB Undip untuk mengikuti Orientasi Mahasiswa. Dengan langkah pasti, banyak mimpi-mimpi yang ingin saya raih di sana. Namun, tak terbesit bergabung lagi dengan organisasi Rohis (begitu sebutan di SMA) karena ingin mencoba nuansa baru di bangku perkuliahan. Pada saat orientasi kala itu, terdapat pemaparan UPK yang kini disebut UKMF oleh observer (kakak-kakak tingkat). Berbagai macam UKMF yang disebutkan oleh masing-masing perwakilan organisasi salah satunya adalah Rohis. Entah mengapa hati saya tetap tertuju pada organisasi tersebut, padahal niat saya sudah bulat untuk pensiun dari organisasi itu.

LIQO’ IS MY STYLE (Essay Terpilih #3)

Essay terpilih:
Liana Endah Fadhillah
Pertanian FPP / 2014


Sumber Gambar : chirpstory.com

 

 

Liqo’ merupakan sarana efektif untuk menjalin ukhuwah dan kebersamaan dalam berjama’ah. Jika membaca sejarah panjang perjalanan intelektual para ulama terdahulu, kita akan temukan bahwa halaqoh merupakan media yang demikian masyhur di gunakan oleh mereka untuk menimba ilmu ( tholabul ‘ilmi ) serta mendiskusikannya, seperti Yusuf Qardhawi, Imam Hasan Albana dan Sayid Qutb. Sesuai dengan perkembangan jaman, kini halaqoh tidak hanya mengkaji ilmu-ilmu keagamaan, namun juga membahas masalah-masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat bahkan pada level negara atau pemerintahan. Rasulullah Muhammad SAW ternyata juga liqo, jadi liqo yang kita laksanakan sekarang adalah implementasi dari ajaran Rasulullah kepada kita. Rasulullah juga berkumpul membentuk lingkarang dan mengkaji atau membahas tentang ajaran Isalam kepada para sahabat. Dahulu, Rasulullah liqo di rumah Arqam bin Abil arqam. Dan setelah berkembangnya ajran Islam, Rasullullah dan para sahabat liqo dan halaqoh di dalam masjid. Liqo’ juga sudah dijelaskan dalam hadist yang diriwatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah :

Mentoring, not just a Group (Essay Terpilih #2)

Essay terpilih:

Lu’lu’atul Khodijah
Kesehatan Masyarakat 2014

Sumber gambar: hidayatullah.or.id

 

Coba tanyakan kepada mahasiswa masa kini, tempat nongkrong mana saja yang hits saat ini. Pasti dengan mudah mereka menjawabnya. Bahkan mungkin tanpa berpikir banyak, serta lebih dari satu tempat yang dapat disebutkan. Lalu, cobalah tanya dimana masjid yang rutin mengadakan kajian keislaman? Belum tentu yang menjawab sebanyak jawaban pertanyaan pertama.

Cahaya Cinta dalam Halaqah (Essay terpilih #1)

Essay Terpilih:

Rizky Rahma Putri
D3 Pertanahan FISIP

Bismillaahirrahmaanirrahim

“… Ketika beliau keluar tiba-tiba beliau dapati para sahabat duduk dalam halaqah (lingkaran). Beliau bertanya, “Apakah yang mendorong kalian duduk seperti ini ?” Mereka menjawab, “Kami duduk berdzikir dan memuji Allah atas hidayah yang Allah berikan sehingga kami memeluk Islam.”

Bersama Al Qur’an kugapai CintaMu

IMG-20150401-WA0000 INSPIRASI PAGI. Setiap orang di dunia ini pasti butuh Inspirasi. Dan setiap orang itu juga ingin menjadi orang yang mengInspirasi banyak orang. Mencari inspirasi itu mudah, tapi untuk menjadi orang yang menginspirasi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Orang – orang yang bisa meginspirasi orang lain itu adalah orang – orang luar biasa yang mempunyai kebiasaan diluar kebiasaan orang biasa – biasa saja. Tapi yakinlah, setiap dari diri kita itu berpeluang untuk menciptakan inspirasi – inspirasi bagi orang lain. Dalam hal apapun. Sekecil apapun. Kita tidak akan pernah menyadarinya. Biarkan kebaikan kita terhapus oleh angin dan dikenang oleh orang lain (tanpa sepengetahuan kita).

Salah satu hal yang bisa menginspirasi orang adalah disaat kita menjadikan Al Qur’an adalah teman akrab di aktivitas harian kita. Mungkin di setiap detik dan mau kemanapun kita pergi, Handphone tidak akan pernah ketinggalan dari genggaman kita. Di pertengahan jalanpun, seketika itu kita teringat kalau HP tidak menyertai kita, pasti langsung refleks tanpa dikomando kita langsung putar balik ketempat dimana HP kita ketinggalan. Betul tidak?

Suatu waktu, baru lima langkah berjalan menuju kampus, menghadiri rapat, atau menghadiri majelis – majelis ilmu, dan saat itu pula teringat bahwa Al Qur’an tidak membersamai langkah – langkah kita, apakah kita akan putar balik dengan kecepatan maksimum?

Baiklah kawan disaat jiwamu gelisah dan resah, AlQur’an tersedia untuk menjadi Penasehat utama. Disaat kamu harus beristirahat dari perjalanan dakwahmu (red:sakit), Al Qur’an tersedia untuk menjadi Sang Penawar. Yang akan menjadikan kita tenang dan tentram. Menjadikan pikiran kita jernih dan senantiasa akan berfikiran positif.

Al Qur’an diturunkan kepada Rasulullah yang tidak bisa membaca. Sehingga al Qur’an sampai kepada Rasulullah itu melalui hati beliau. Dari hati kemudian beliau resapi dan beliau sampaikan kepada sahabat dan kaumnya pada masa itu.Sedangkan kita? Kita dikarunia Allah SWT kemampuan untuk membaca dan berfikir. Untuk apa kedua nikmat itu apabila tidak kita gunakan sebagai fasilitas untuk membaca dan memahami AL Qur’an?

Setiap harinya, Rasulullah SAW senantiasa melaksanakan shalat malamnya. Seselesainya beliau melanjutkan ibadahnya dengan membaca Al Qur’an. Kawan – kawan pasti sudah kenal dengan 2 Umar, Umar yang pertama biasa kita sebut Abu Jahal dan Umar yang kedua adalah Umar bin Khattab. Pada saat itu mereka berdua dalam golongan kaum kafir Quraisy. Dan apa yang mereka berdua lakukan disetiap malamnya? Mereka mengendap – endap di sekitar rumah Rasulullah SAW hanya untuk mendengarkan Al Qur’an yang dibaca oleh Rasulullah. MasyaAllah, sekelas Abu Jahal dan Umar bin Khattab pun selalu rindu dengan Al Qur’an, seharusnya kita yang sudah diberi nikmat Islam dan Iman inilah yang lebih rindu dengan Al Qur’an.

Untuk menjadi yang sempurna itu terlalu jauh untuk dijangkau, tapi untuk menjadi yang lebih baik itu sangat mudah untuk dilalui. Asalkan Niat selalu membersamai kita dan ingat bahwa Al Qur’an adalah acuan hidup ini. “Barangsiapa yang menjadikan Al Qur’an adalah bacaan (tilawah) dalam kesehariannya maka hal itu akan dinilai sebagai Ibadah”.

Wallahu ‘alam bisshawab

IMG-20150401-WA0001