Category Archives: Kemuslimahan

2nd (Second) GREAT MUSLIMAH TRAINING (GMT)

Assalammu’alaikum wr wb

Kita akui saat ini kontribusi wanita dalam membangun Indonesia memang sangat di butuhkan, baik dalam dunia politik, ekonomi, sosial, budaya. Hal itu yang melatarbelakangi Kemuslimahan Insani mengambil tema “Revitalisasi Wanita dalam Membangun Indonesia” pada acara 2nd Great Muslimah Training atau biasa di sebut 2nd GMT.

2nd GMT yang di selenggarakan pada hari sabtu 26 Oktober 2013 di Aula Dekanat FPIK Undip, merupakan acara pelatihan bagi muslimah untuk mengupgrade dan mengenali potensi nya sebagai seorang muslimah, acara ini diselenggarakan setiap tahun sekali, oleh Kemuslimahan Insani Undip. Dalam kesempatan kali ini kemuslimahan Insani menghadirkan pembicara yang “dahsyat dan super-super dahsyat” di antaranya Bu Nurul Hidayati Ketua PP Salimah Pusat, Ustadzah Hardiani Julansari Humas Salimah Jateng dan Mba Ninin Kholida Trainer dan Ketua Family Semarang Center. Alhasil acara ini di ikuti oleh 96 orang peserta yang berasal dari Undip dan luar Undip (Polines, Udinus, UMK), para peserta sangat antusias mengikuti acara tersebut.

Materi pertama tentang Urgensi dan Peran wanita dalam Dakwah yang disampaikan ustadzah Hardiani Julansari (Humas Salimah Jateng), materi kedua Akhlak seorang Daiyah yang disampaikan oleh Bu Nurul Hidayati (Ketua PP Salimah Pusat), sebelum masuk ke materi 3 ada Focus Group Discussion (FGD) yang dipimpin langsung oleh ketua Kemuslimahan Insani Undip Maya Rizki Analia (Mahasiswi FIB/Sejarah Undip) dan dilanjut dengan materi ke tiga tentang Public Speaking disampaikan oleh Mba Ninin Kholida (Trainer & Ketua Family Semarang Center).

Harapannya dari panitia dengan acara 2nd GMT ini, bisa menumbuhkan semangat para muslimah di tanah air untuk bergerak atau berkontribusi dalam pembangunan Indonesia, dengan ditumbuhkan kesadaran para muslimah akan kewajiban dakwah, etika atau akhlak seorang daiyah bekal kelak nanti menjadi seorang aktivis wanita tidak lupa dengan seharusnya akhlaq seorang muslimah, dan dilatihnya kemampuan public speaking seorang muslimah mampu berbicara di depan dengan baik.

Wassalammu’alaikum wr wb

(By. Maya Rizki Analia/ Ketua Kemuslimahan Insani)

Pemenang Lomba International Hijab Solidarity Day INSANI 2013

assalamu’alaikum wr. wb.

hai kawan kawan muslimah, masih ingatkah dengan International Hijab Solidarity Day Contest dari Kemuslimahan INSANI UNDIP 2013 ?

setiap lomba pasti ada pemenangnya dan para pemenang IHSD Contest INSANI 2013 dari setiap kategori adalah

Fotografi

  1. Nurul Halimah
  2. Nadia Alaydrus
  3. Mira Felisia

Artikel

  1. Afiska Jannati
  2. Firas Sabila
  3. Jeanny Dwi Adriyanti

Desain Busana Muslimah

  1. Sely Rahmawati
  2. Rahma Noor S.
  3. Arum Puspita Cahyati

Barakallah buat semuanya, dan bagi yang belum dapat juara jangan berkecil hati, masih ada kesempatan lainnya. ^^V

NB : Bagi pemenang lomba bisa segera menghubungi 089697532049 (Yani) untuk konfirmasi hadiah.

International Hijab Solidarity Day “Muslimah Sejati, Menginspirasi Negeri”

Hai Nabi, katakanlah pada istri – istrimu, anak – anak perempuanmu dan istri – istri orang mukmin: ”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.”Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS.33  al-Azhab:59)

ihsd-talkshowAyat tersebut memperlihatkan betapa Allah begitu memuliakan seorang wanita. Melindungi wanita dengan menurunkan perintah berhijab agar mudah dikenal dan tidak diganggu. Muslimah, begitulah mereka dikenal dengan balutan hijab dan kesahajaannya. Sabtu (14/09/2013) Kemuslimahan Insani Undip bersama FKMI D3 Teknik mempersembahkan acara khusus bagi para muslimah Undip dan luar Undip. Acara dikemas dalam bentuk talkshow yang menghadirkan Meyda Safira (artis) dan Bunda Darosy Endah (Dosen Psikologi Undip dan Pengisi acara Rumahku Surgaku). Acara ini mengusung tema “Jilbabku untuk Indonesiaku” merupakan rangkaian peringatan International Hijab Solidarity Day (IHSD) yang jatuh pada 4 September yang lalu.

Acara dibuka pukul 08.30 oleh ukhti Ihan dan Linda dari FSM selaku MC. Kemudian dilanjutkan tilawah Surah Ar-Rahmah oleh ukhti Fasiyah dari fakultas Piskologi. Sambutan disampaikan oleh ketua panitia ukh Nidaul Fauziah dan ketua kemuslimahan INSANI ukh Maya. Sebelum memasuki acara inti, peserta dihibur oleh penampilan Nasyid Nada Acapella yang mempersembahkan lagu “Tebarkan Salam” dan “Nasyid Memang Asyik”. Memasuki acara inti,  Talkshow bersama Meyda Sefira dan Bunda Darosy dimoderatori oleh ukhti Yuniva Tri Lestari mahasiswa FKM Undip 2010.

Meyda Sefira berbagi cerita mengenai pengalamannya dalam berhijab. Awal berhijab, mbk Meyda begitu sapaan akrabnya mengaku masih mengenakan jilbab yang belum syar’i atau “Acakadut” begitu beliau menyebutnya. Proses yang  beliau jalani selama 5 tahun membuat muslimah yang pernah membintangi film Ketika Cinta Bertasbih itu belajar banyak hal mengenai berjilbab secara syar’i. Sebagai seorang muslimah kita patut berbangga mengenakan jilbab, karena jilbab dapat membedakan kita dengan wanita non muslim, karena dengan berhijab, orang tidak akan melihat kita secara fisik, tetapi lebih kepada kepribadian dan kapabilitas kita. Terlebih diakui atau tidak, wanita yang berhijab pasti akan tampak lebih cantik dan anggun. Selain itu, berhijab juga akan menjaga tubuh kita dari panasnya sinar matahari serta mengurangi risiko terkena kanker kulit. Wanita muslimah itu bagaikan berlian yang tidak akan sembarang disebar, tetapi disimpan dalam etalase dan hanya orang yang telah membelinya yang dapat menyentuhnya, sehingga secara tidak langsung berhijab akan menyeleksi calon suami kita.

Artis yang juga pernah membintangi film Dalam Mihrab Cinta itu mengingatkan, janganlah menjadi sombong, dan merasa diri paling benar ketika sudah mengenakan hijab secara syar’i. Banyak kini, muslimah yang mengaku mengenakan hijab syar’i justru menghujat wanita yang baru mulai berjilbab, sehingga membuat penilaian mereka terhadap jilbab besar itu adalah buruk. Teringat akan pesan Imam Syafi’I, “Nasehatilah aku ketika sendirian, dan jauhi nasehat di depan jama’ah. Karena nasehat ditengah manusia adalah salah satu macam mencaci maki yang aku tidak suka mendengarnya.. (Mawa’idz imam Asy Syafi’I 1/23).

Bunda Darosy menyampaikan bahwa hendaknya kita berhijab hanya karena Allah SWT. Disaat kita melakukan aktivitas apapun, kalo dasarnya perintah Allah dan Rosul, maka akan mengokohkan, melapangkan, serta memberi kemudahan kepada kita. Hijab itu perintah Allah maka laksanakanlah. Jangan sekadar menghujat, berlapang dadalah dalam melihat proses. Allah tidak melihat hasil, tetapi proses yang kita lakukan, bersungguh – sungguh dan menyempurnakan dalam berhijab. Tentu saja didasari dengan iman, dan niat untuk mencari ridho Allah SWT. Agar tetap istiqomah maka berpeganglah pada harapan. Jika harapan kita dunia, maka dunialah yang akan kita dapat, tetapi jika harapan kita akhirat, Insya Allah dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan. Yang kedua takutlah kepada Allah, tumbuhkan sifat muroqabah yaitu selalu merasa diawasi Allah. Selain itu bunda juga berpesan untuk tidak bosan menuntut ilmu, karena ilmu itu akan terus mengalir “Tenggelamkan telunjukkanmu dilaut, lalu angkatlah, maka air yg menetes dari telunjukmu itu adalah ilmu” begitu kata ibu dari 4 Da’i Ilham bersaudara.

Dalam akhir sesi, moderator membacakan puisi karya Ustad Felix Siauw, puisi ini ditujukan khusus untuk para Muslimah :

Selamanya takkan ada lagi wanita sesempurna Aisyah atau Maryam binti Imran

Namun dunia akan selalu mengenal wanita yang meniti jalan yang sama dalam ketaatan

Tiada lagi wanita yang bapaknya nabi, pamannya nabi, dan bersuamikan nabi sebagaimana Shafiyyah

Namun tak habis dunia merindu wanita cerdik cendikian yang karena akalnya ia berharga

Sampai ujung waktu akan sangat sulit menandingi cantik jelita paras Aisyah yang kemerah-merahan
Namun sampai dunia berakhir akan banyak yang mencoba merebut cinta Rasulullah SAW,

dengan menaati perintahnya dalam kenakan hijab

 

Hanya akan ada satu Khadijah yang dikenal setia

Namun dunia penuh dengan wanita yang mengaguminya dan kepada surga mereka bersedia

Bila Engkau cantik biarlah itu karena hijab

Bila engkau mulia biarlah itu karena ketaatan

Bila Allah berkenan, mudah-mudahan engkau dianugerahkan kehormatan.

(Felix Siauw)

Oleh : INSANI Media Center 2013

Aksi Aliansi Ormas Islam Jateng “Tolak Miss World”

Telah kita ketahui, beberapa hari yang lalu tepatnya pada Ahad (8/9), ajang pamer aurat (Miss World) telah dibuka di Bali International Convention Center (BICC) Hotel Westin, Nusa Dua, Bali. Banyak disebut di media tahun ini Indonesia merasa bangga karena menjadi tuan rumah pergelaran yang katanya dapat menaikkan pariwisata dan lain sebagainya tersebut. Entahlah, kebanggaan seperti apa sebenarnya yang dirasakan oleh pemerintah dan sebagian masyarakat Indonesia, di sisi lain para muslimah Indonesia merasa acara tersebut menjadi ajang ekslpoitasi tubuh perempuan yang memang HARAM untuk dipertontonkan. Indonesia yang sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam, haruskah membanggakan sesuatu hal yang justru akan merusak moral masyarakatnya sendiri? tentu saja TIDAK.

Aksi Tolak Miss World (2)

Semarang, Selasa (10/09/2013), LDK INSANI UNDIP bersama JPRMI Jateng, KAMMI Jateng, FSLDK, FPI, GBK dan GEMA Pembebasan Undip menggelar Aksi Tolak Miss World di Jalan Pahlawan depan Universitas Diponegoro Peleburan dan kantor Gubernur untuk menyampaikan aspirasi mereka. Dalam aksi yang dikoordinatori oleh Lukas Santoro (Ketua LDK INSANI UNDIP), mereka membawa amunisi berupa boneka babi dengan mahkota di kepalanya sebagai bentuk bahwa Miss World itu sangatlah buruk layaknya seekor Babi yang haram dalam pandangan islam, serta poster – poster bertuliskan TOLAK MISS WORLD.

Para mahasiswa yang tergabung dalam aliansi, berorasi dan memboikot serta mengutuk tegas ajang Kontes Miss World ini. Miss World tidak ada bedanya seperti babi yang dalam bentuk kemasan apapun tetaplah haram. Miss World tidaklah sesuai dengan budaya Indonesia, bertentangan dengan syariat Islam. Budaya barat kini masuk dan meracuni serta merusak budaya timur, bangsa ini telah dilecehkan oleh agen – agen laknatullah. Indonesia mengaku merdeka selama 68 tahun, namun kenyataannya sampai saat ini penjajahan masih saja berlangsung, bukan secara de facto tetapi secara tidak langsung. Mereka para penjajah merongrong semua sektor kehidupan dan aset-aset yang dimiliki Indonesia seperti budaya, media dan lain sebagainya. Tidak ingatkah kita dengan Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa……..”? mungkin UUD 1945 pun kini sudah kehilangan maknanya, apakah Allah mengijinkan aurat seorang perempuan diumbar dan dipertontonkan di depan umum? tentu saja TIDAK. Aliansi Ormas Islam Jateng secara serempak menyuarakan aspirasinya dalam sebuah lembaran tulisan seperti di bawah

Sudah dibukanya  pemilihan Miss World 2013 di Indonesia bertempat di bali saja yang seharusnya akan dilaksanakan di bogor dan di Jakarta. Acara ini membawa konsep baru beauty, with purpose, selain 3B (beauty, brain dan behaviour). Acara ini juga di nilai sebagai cara yang jitu untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

Meski demikian tetap saja tidak bisa ditutupi bahwa penyelenggaraan Miss World dan kontes kecantikan sejenis tidak lebih dari kontes pencarian perempuan tercantik fisiknya untuk dieksploitasi demi mendongkrak pendapatan industri fashion, kosmetik, dan rating media. Miss World adalah kontes tertua yang telah mengilhami lahirnya kontes-kontes kecantikan serupa lainnya. Maka membiarkan penyelenggaraan Miss World di Indonesia sama dengan menegaskan tindak eksploitasi dan komersalisasi tubuh perempuan di negeri muslim terbesar ini.

Maka, berkenaan dengan hal ini, aliansi ormas Jateng menyatakan :

  1. Mengutuk penyelenggaraan MIss World 2013 karena acara ini tidak lebih sebagai ajang eksploitasi tubuh perempuan sehingga acara ini merendahkan harkat dan martabat perempuan.
  2. Mengutuk penyelenggaraan Miss World 2013 karena acara ini tidak sesuai dengan syariat islam.
  3. Mengutuk penyelenggaraan Miss World 2013 karena acara ini adanya liberalisasi budaya.
  4. Mengutuk penyelenggaraan Miss World 2013 karena acara ini di anggap memudarkan nilai-nilai islam dan mengutuk adanya pihak-pihak tertentu berdalih bangsa demi kepentingan penyelenggara/pribadi.
  5. Mengajak masyarakat jawa tengah untuk boikot tidak menonton dan mengikuti perkembangan acara Miss World yang ditayangkan di televisi maupun media internet.
  6. Mengajak masyarakat agar bisa menjaga syariat islam dan mengalihkan ajang Miss World ke Olimpiade Ilmiah agar bangsa ini semakin cerdas.

Pemboikotan sudah dilakukan di beberapa tempat di Indonesia, termasuk di Bogor sehingga Miss World gagal dilaksanakan disana. Walaupun kontes tersebut sudah dibuka di Bali, namun Ormas Islam yang tergabung dalam aliansi tetap tegas melakukan pemboikotan dan menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah untuk mencabut izin penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia. Perwakilan aliansi mencoba menemui anggota komisi E DPRD untuk menyatakan sikap mereka atas penolakan Miss World, namun karena komisi E tidak bisa ditemui, pernyataan sikap disampaikan ke bagian Humas dengan harapan ada follow up ke komisi E DPRD.

Aksi semakin memanas dibakar semangat dengan teriakan Allahu Akbar…!!! Miss World hanyalah sebuah pembodohan ketika para wanita yang seharusnya menjadi tiang Negara justru dieksploitasi dan diperjualbelikan, dengan kemasan kontes kecantikan bernama Miss World bertahtakan mahkota keduniawian. Pertanyakan pada diri masing – masing apakah hanya kecantikan fisik yang dicari Negara? Sudah rusakkah moral bangsa ?

oleh : INSANI Media Center

Para aktivis ormas menuju gedung DPRDPara Aktivis Aksi di depan Gedung DPRD

Talk Show “Jilbabku untuk Indonesiaku”

IHSD FIX_resize_resize