Satukan Visi Menuju Undip Madani

Karena Persaudaraan itu Indah... More »

Aksi Galang Dana Relawan INSANI

Untuk membantu korban bencana di Indonesia More »

#DukungPolwanBerjilbab

Untuk Indonesia Bermoral More »

Relawan INSANI bersama ACT

Bergerak maju...! Siap membantu...! More »

Dari Masjid...

Orang-orang hebat itu berasal More »

 

IMC Jamin Tak Ada Keberpihakan Politik Dalam Tayangan INSANI TV

Departemen Insani Media Center (IMC) menjamin tak ada keberpihakan politik kepada pasangan capres-cawapres tertentu dalam tayangan berita INSANI TV. Hal itu sebagaimana yang terlihat dalam salah satu running text INSANI pada salah satu edisi liputan khusus yang dirilis bulan Juli ini.

(Klik link berikut untuk melihat tayangannya : http://www.youtube.com/watch?v=2BNggjSV4Eg)

Dalam running text tersebut, IMC menjelaskan bahwa telunjuk dalam tayangan INSANI TV yang ada selama ini bukanlah nomor 1, melainkan huruf “I”. IMC juga menjelaskan bahwa hal tersebut (symbol telunjuk) sudah dicanangkan jauh hari sebelum pengambilan nomor urut capres-cawapres 2014.

Sebelumnya, ada yang mengkait-kaitkan ‘telunjuk’ dalam tayangan INSANI TV seperti menunjukkan angka 1 yang mengarah kepada salah satu pasangan capres-cawapres 2014 yang memperebutkan kursi RI 1 & RI 2.

Terkait hal tersebut, IMC melalui kadeptnya yang bertanggungjawab penuh terhadap tayangan INSANI TV menanggapinya dengan santai.

Membangun Moral Bangsa Dari Mahasiswa

DK

SEMARANG - Melihat krisis moral yang menjera negeri kita, Insani Undip bekerja sama dengan Masjid Kampus Universitas Diponegoro menggelar Dialog Kebangsaan bertemakan  Membangun Bangsa yang Unggul Melalui Pendidikan Moral, di Masjid Kampus Undip, Tembalang, Sabtu (13/7).

Acara yang dimoderatori langsung oleh Rektor Universitas Diponegoro, Prof Sudarto P Hadi MES PhD, dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional yang mumpuni dibidangnya seperti Prof Dr Din Syamsudin MA, serta Ir KH Salahuddin Wahid, mampu menyedot ratusan massa baik dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat yang peduli akan moral bangsa.

Salahuddin Wahid, selaku Pimpinan Ponpes Tebu Ireng, menyatakan keprihatinannya melihat kondisi moral Indonesia yang mayoritas penduduk muslim.

“Masyarakat muslim Indonesia itu 90%-nya ya mereka sholat, 99%-nya ya mereka puasa, tapi moral masyarakatnya masih buruk,” terang Gus Sholah, sapaan akrabnya.

Hal senada disampaikan pula oleh Ketua MUI Pusat, Din Syamsudin. Ia menuturkan pendidikan moral bisa dimulai dari lembaga-lembaga pendidikan, salah satu yang paling efektif dimulai dari kampus.

“Mahasiswa sebagai kaum berintelektual harus menanamkan moral yang baik sebelum mereka nantinya terjun ke masyarakat,” paparnya.

Ia menambahkan buruknyanya moral bangsa di Indonesia sebagian besar dilakukan oleh kaum berpendidikan. “Jangan salah, koruptor itu orang berpendidikan. Makanya moral perlu dibentuk di sini (red. kampus),” tambahnya. (ME)

Terkait Gaza, INSANI ‘Tantang’ FIFA di Final Piala Dunia 2014

Lewat akun resmi Twitternya, INSANI sebagai induk rohis Undip ‘menantang’ organisasi tertinggi sepak bola dunia FIFA.

Geram! Insani Turut Serta Dalam Aksi Peduli Semarang For Gaza

IMG-20140711-WA0079

Berbagai berita tentang Palestina telah menyita perhatian berbagai kalangan di berbagai belahan Indonesia. Kemarin (11/7) aksi serentak diadakan di sebagian besar wilayah di Indonesia, tak terkecuali di Semarang.

Aksi peduli Palestina di Semarang diikuti sekitar 200 orang dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari mahasiswa, lembaga zakat, dan masyarakat umum. Lembaga Dakwah Insani Undip juga ikut serta dalam aksi yang digelar Jum’at (11/7). Acara ini dipusatkan di depan patung Diponegoro Undip Peleburan, Semarang. Sekitar pukul 13.30 massa yang menggunakan dresscode putih dan jas almamater untuk mahasiswa mulai berkumpul di depan Masjid Baiturrahman Semarang untuk memulai longmarch.

Sebelum longmarch, massa yang juga selain terdiri dari orang dewasa juga anak kecil ini mendengarkan orasi dari beberapa perwakilan elemen massa. Diantaranya dari forum zakat Jawa Tengah dan dari perwakilan BEM KM Undip. Saat itu yang mewakili BEM KM Undip adalah menko eksternal Sospol Irfan, dia menilai bahwa yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina adalah sebuah pelanggaran HAM.  Setelah para orator selesai menyampaikan berbagai hal tentang keadaan di Palestina, serta sikap kita yang seharusnya kepada rakyat Palestina, dengan basmalah masa aksi peduli Palestina diberangkatkan. Sebelum diberangkatkan diperdengarkan ayat suci Alqur’an yang dibacakan oleh salah satu peserta aksi.

Longmarch di mulai dari Masjid Baiturrahman Simpanglima menuju depan patung Diponegoro Undip Peleburan. Masa berjalan sambil mengedarkan kotak amal untuk memberikan kesempatan bagi pengguna jalan untuk memberikan sumbangan kepada rakyat Palestina. Tak cukup dengan mengedarkan kotak sumbangan, masa yang lain dengan membawa property #savePalestina meneriakkan Palestina, “Bebaskan, Bebaskan”. Israel, “Go to Hell”.

Sesampainya di depan Patung Diponegoro Undip Peleburan yang dijadikan sebagai pusat aksi, diperdengarkan kembali orasi dari perwakilan BEM UNNES. Dalam orasinya, perwakilan BEM UNNES ini, menuntut PBB untuk segera bertindak dan menuntut kekejaman Israel.  Bukan hanya orasi dan longmarch saja, aksi kali ini juga di ramaikan dengan masa yang menyayikan lagu “Jiwa-jiwa Haroki” dan “Merah Saga”.

Tak cukup dengan orasi, longmarch dan menyanyikan lagu saja, ada perwakilan dari masa yang membacakan puisi yang berjudul “Berita Palestina di Tengah Bising Negeri Kita”.  Puisi ini bercerita tentang peran umat muslim Indonesia untuk Palestina, dalam penggalan baitnya, “Apa yang sudah kau lakukan?”….

Pembacaan puisi bukanlah menutup aksi siang ini, namun masih ad orasi dari beberapa elemen yaitu orgnisasi Pemuda Gema Keadilan, JPRMI, KNRP dan perwakilan dari Pelajar Islam. Dalam orasinya, semua mengecam aksi yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina. Salah satu dari orator yaitu dari Gema keadilan juga mengungkapkan urgensifitas dari aksi siang ini. Ariyono yang kali ini menjadi wakil Gema Keadilan menyebutkan bahwa kita membela Palestina karena hal ini adalah sebuah kejahatan kemanusiaan yang terorganisir . Selain itu hal ini adalah sebuah hutang sejarah Indonesia terhadap Palestina, karena satu-satunya Negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia tahun 1944 adalah Palestina.

Orasi-orasi dari berbagai perwakilan elemen masyarakat ini ditutup dengan teatrikal dari KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yang juga menutup serangkaian aksi siang ini. Tepat pukul 15.00 massa dibubarkan dengan kalimat hamdalah dan doa penutup majelis serta doa special untuk rakyat Palestina. (DF)

INSANI dan BEM KM Undip Kolaborasi Galang Dana Untuk Gaza

Kegiatan galang dana ini bertujuan untuk membantu korban dalam serangan Israel baru-baru ini.